|
Home >> Baca: BSNP: Sekolah jangan sering ganti buku teks
BSNP: Sekolah jangan sering ganti buku teks
Saturday, 26 June 2010
Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Prof Dr Mungin Eddy
Wibowo meminta sekolah jangan terlalu sering melakukan penggantian buku
pelajaran (buku teks) yang dijadikan referensi setiap tahun ajaran baru.
SEMARANG - Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Prof Dr Mungin Eddy Wibowo meminta sekolah jangan terlalu sering melakukan penggantian buku pelajaran (buku teks) yang dijadikan referensi setiap tahun ajaran baru.
"Kami telah menyeleksi banyak buku pelajaran agar memenuhi standar yang telah ditetapkan, dan untuk setiap mata pelajaran tersedia lebih dari satu pilihan," katanya saat dihubungi dari Semarang, Jumat (25/6).
Menurut dia, jumlah buku yang telah dinilai memenuhi syarat untuk setiap mata pelajaran tersedia sejumlah pilihan, karena itu pihak sekolah bisa memilih buku pelajaran yang akan digunakan secara leluasa.
Ia mencontohkan, buku pelajaran matematika, tersedia buku lebih dari satu pengarang dan penerbit, demikian juga buku pelajaran lain. Persoalan memilih buku mana yang digunakan diserahkan ke setiap sekolah.
"Namun, pihak sekolah harus menentukan pemilihan buku pelajaran yang digunakan melalui rapat dewan guru, tidak boleh hanya ditentukan kepala sekolah atau guru," kata Mungin yang juga mantan ketua BSNP tersebut.
Pemilihan buku pelajaran yang akan digunakan, kata dia, sebaiknya tidak diiringi dengan penggantian pengarang atau penerbit buku baru, mengingat seleksi BSNP terhadap buku pelajaran berlaku lima tahun.
"Kalau memang belum perlu mengganti buku pelajaran, tetap gunakan untuk pembelajaran tahun ajaran berikutnya. Apalagi jika materi dan isi buku baru yang dipilih masih sama dengan buku yang lama," katanya.
Mungin menjelaskan BSNP menilai setiap buku pelajaran berdasarkan pertimbangan kelayakan isi, penyajian, kebahasaan, dan grafik, dan hasil seleksi itu ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional.
"Karena itu, mudah membedakan mana buku yang telah diseleksi BSNP dengan yang belum. Buku-buku yang telah diseleksi pasti tercantum kata sesuai dengan Permendiknas, sedangkan yang belum tidak mencantumkannya," katanya.
Ditanya jumlah buku yang telah diseleksi BSNP, ia mengatakan jumlahnya sangat banyak karena BSNP telah memulai seleksi sejak tahun 2006, dan setiap satu mata pelajaran pasti disediakan pilihan lebih dari satu.
Selain itu, ia juga mengatakan pengadaan buku pelajaran sebaiknya tidak dikelola pihak sekolah, karena dikhawatirkan akan ada pemaksaan pembelian buku yang dampaknya merugikan para peserta didik.
"Sekolah hanya menetapkan buku apa saja yang dipilih untuk sarana pembelajaran, misalnya menunjuk buku karangan ini dan penerbit ini, selanjutnya siswa dibebaskan untuk mencarinya di toko buku," katanya.
Namun, kata Mungin, pengadaan buku dimungkinkan diserahkan pada pihak sekolah, jika kondisi sekolah berada di daerah terpencil yang jauh dari toko buku sehingga pihak sekolah mengkoordinasi pembelian secara kolektif. (antara/terbit)
sumber : www.harianterbit.com
|
|
Berita Lainnya
 |
04.07.10 - 123 Siswa Gagal UN Ikuti Ujian Kesetaraan Kurang dari 50% atau sekitar 123 siswa gagal ujian nasional (UN)
mengikuti Ujian Nasional Paket Kesetaraan (UNPK) C di SMAN 3 dan SMAN
5, Selasa (22/6). Mereka adalah sebagian siswa dari 257 siswa gagal UN
yang menggunakan kesempatan untuk meraih ijasa [ selengkapnya ] |
|
 |
02.07.10 - Pesta Buku 2010 Untuk kedua puluh kalinya, Pesta Buku Jakarta 2010 kembali digelar
mulai 2-11 Juli 2010 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Bagi Anda para pecinta buku, Pesta Buku Jakarta 2010 ini menghadirkan
160 stand yang terdiri dari berbagai penerbit. [ selengkapnya ] |
|
 |
01.05.10 - Alasan Perlunya Mengaktivasi Otak Tengah Menurut penyelenggara pelatihan, mid brain activation dianggap mampu
meningkatkan daya konsentrasi anak. Pada umumnya, seperti disebutkan
dalam www.otaktengah.com, otak tengah merupakan penghubung otak tengah
dan otak kiri
[ selengkapnya ] |
|
 |
24.02.10 - Peserta UN, Anda Tidak Dipungut Biaya! Dengan adanya dana tersebut, setiap siswa yang akan mengikuti UN dibebaskan dari biaya. Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti UN.
[ selengkapnya ] |
|
 |
20.02.10 - Taman Bacaan di Mal, Kemendiknas Siapkan Rp 70 - Rp 200 Juta
Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) berencana mendirikan taman bacaan masyarakat di beberapa mal di kota-kota besar pada 2010.Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh usai membuka pameran edukasi Kompas G [ selengkapnya ] |
|
 |
12.07.09 - Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan 2009 UNPK Paket A dan Paket B di Medan tahun 2009
[ selengkapnya ] |
|
 |
21.11.08 - UNPK Paket A, B dan C Periode II 2008 di Sumut Kegiatan tersebut diikuti 10.391 orang peserta.
[ selengkapnya ] |
|
 |
28.05.08 - KPAI nilai UN/UASBN melanggar UUD 1945 Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai pelaksanaan ujian nasional (UN) dan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) melanggar Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Undang-Undang Perlindungan Anak.
[ selengkapnya ] |
|
 |
06.08.07 - Hasil Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan 2007 Minggu Ini, Hasil Ujian Paket A, B dan C Diumumkan
[ selengkapnya ] |
|
 |
29.06.07 - UNPK 2007 di Sumut UN Paket C dan Paket B di kota Medan berlangsung aman dan lancar
[ selengkapnya ] |
|
 |
10.05.07 - UN Kesetaraan diundur UN Paket C diundur menjadi 19-22 Juni 2007, Paket A dan B menjadi 26-28 Juni 2007
[ selengkapnya ] |
|
 |
08.05.07 - Launching 4 Mei 2007
Peluncuran Perdana oleh Pokja Kesetaraan BP-PLSP Regional I di Pameran Pendidikan & Book Fair 2007
[ selengkapnya ] |
|
 |
04.05.07 - UN Pendidikan Kesetaraan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan tahap pertama untuk Paket C tanggal 28-31 Mei 2007
[ selengkapnya ] |
|
 |
05.04.07 - Rembuk Nasional Pendidikan 2007 bernuansa ICT
JAKARTA--MIOL: Rembuk nasional pendidikan yang akan dibuka Mendiknas Bambang Sudibyo, Minggu (8/4) malam lebih kental dengan nuansa ICT. Targetnya, agar daerah mengoptimalkan ICT untuk pengembangan pendidikan di wilayah.
[ selengkapnya ] |
|
 |
13.03.07 - Gerakan Penghijauan Ring Road WB Paket B dan C Yayasan Barokah bersama BP-PLSP Regional I melaksanakan penghijauan di seputar jalan lingkar Tanjung Sari
[ selengkapnya ] |
|
 |
05.03.07 - Kelompok Belajar (Kejar) Paket B/C bisa sekolah maya via ICT Melalui internet, peserta didik Paket B/C dapat belajar mandiri berbasis ICT
[ selengkapnya ] |
|
|
| 1 - 2 |
|